Kamis, 07 Agustus 2008

Seri Renungan (3)

Kumpulan Tulisan Ayah (Erwin Hidayat/Abu Zidane)
13 Januari 2006

Assalamu’alaikum wr wb,

Tahukah Anda ? (seri Renungan)

Berapa sesungguhnya harta/uang/tabungan yang ingin kita miliki ? 10 Milyar Rupiah, 1 Milyar Rupiah, atau 500 Juta Rupiahkah ?

Pernahkah kita berjanji pada Allah, andai saja Allah memberikan kepada kita uang sejumlah tersebut, maka kita akan melakukan kebaikan ini dan itu, jika belum terkumpul sejumlah tersebut, maka kita akan menunda dulu kebaikan-kebaikan yang kita rencanakan ?

Yakinkah Anda, bahwa ketika sejumlah harta tersebut sudah Anda genggam, Anda akan merasa cukup ?

Sesungguhnya harta yang banyak itu tidak pernah ada.

Oleh karena itu, kita tidak boleh berdo’a kepada Allah meminta harta yang banyak ? Karena Allah tahu pasti, jikalau manusia itu diberi satu gunung Emas, maka dia akan meminta yang ke-dua, diberi dua gunung Emas, maka dia akan meminta yang ke-tiga, dan seterusnya, bisa jadi harta yang banyak itu justru membuat kita menjadi hina.

Oleh karena itu kita dianjurkan untuk meminta kepada Allah agar kita dikaruniai harta yang barokah. Karena dengan harta yang barokah (walau sedikit), hati kita akan menjadi tenang, kita akan selalu merasa cukup dan berkelebihan. Dengan merasa lebih, maka kita akan selalu mau membantu yang membutuhkan, mau menafkahi anak yatim, dan lain-lain kebaikan yang memang seharusnya kita lakukan sebagai wujud syukur kita kepada Allah. Kita tidak perlu berjanji ini dan itu kepada Allah, kita tidak perlu menunggu Allah mengaruniai ini dan itu untuk berbuat kebaikan-kebaikan tersebut.

Demikian juga, kita tidak dianjurkan memohon kepada Allah untuk dikaruniai istri yang cantik atau suami yang ganteng ?

Karena cantik/ganteng itu sesungguhnya semu. Betapa sering kita bergumam, “Wong sudah punya istri secantik itu kok ya disia-siakan ?” Ternyata cantik itu cuma bagi orang lain, sedangkan bagi suaminya, bisa jadi istrinya/suaminya itu cuma jadi malapetaka saja.

Berdo’alah kepada Allah, mintalah kepada Allah agar kita dikarunia istri/suami yang sholeha/sholeh, karena istri/suami yang demikian itu tidak hanya menentramkan hati kita, menyejukkan pandangan kita, tapi juga membawa manfaat bagi orang lain.

Pun demikian, mintalah kepada Allah agar dikaruniai anak-anak yang sholeh-sholeha, tidak ada artinya harta kita menumpuk, tapi anak-anak kita terjerumus ke hal-hal yang dilarang Allah, yang membuat hati kita sebagai orang tua tercabik-cabik, hati kita tersayat, pandangan kita kosong, telinga kita tidak pernah terasa sejuk.

Tentu saja kita selalu kepingin yang ideal, kita pingin harta banyak, kita pingin istri sholeha nan cantik, kita pingin anak-anak yang sholeh, tapi sudah cukupkah usaha kita untuk mendidik anak-anak kita ?

Sungguh, sudah banyak bukti tersaji di depan mata kita, mendidik tidaklah bisa hanya dengan uang, tidak hanya cukup dengan menyekolahkan di sekolah unggulan, tetapi mendidik anak itu harus dengan hati. Mendidik tidak bisa dengan kekerasan, tetapi mendidik harus dengan teladan.

Demikian, mohon maaf jika tidak berkenan dan terkesan menggurui.

Tidak ada komentar: