28 April 2005
Assalamu'alaikum wr wb,
Tahukah Anda ? (seri tauhid)
Agar kita semakin mengetahui bahwa sesungguhnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita tidak terbatas, mari kita merenungkan tentang Bumi tempat tinggal kita ini.
Orbit bumi mengelilingi matahari bukanlah berupa lingkaran bundar, karena lingkaran begini akan menggambarkan jarak bumi dari matahari selalu sama sepanjang tahun, sedangkan pengukuran dengan sistem parallax telah membuktikan bahwa ada kalanya bumi sejauh 90 juta mil dari matahari dan adakalanya berjarak 94 juta mil.
Seandainya orbit bundar ini terlaksana, maka bumi akan kekurangan daya layangnya mengelilingi matahari, dan aktivitas Sunspots dipermukaan matahari tetap stabil, padahal perubahan aktivitas itu selalu ada karena ditimbulkan oleh tarikan matahari pada planet-planet yang kadang-kadang mendekat dan kadang-kadang menjauh.
Orbit bumi mengelilingi matahari juga bukan berbentuk Elips, karena bentuk seperti ini juga akan menyebabkan bumi kehilangan daya layangnya mengelilingi matahari.
Tahukah Anda, bahwa sebetulnya bentuk orbit bumi mengelilingi matahari adalah bulat telur, orbit bumi memiliki 1 titik perihelion (titik terdekat dari matahari dan 1 titik aphelion (titik terjauh dari bumi).
Bentuk orbit yang bulat telur ini menyebabkan aktivitas Sunspots di permukaan matahari dinamis dan inilah yang memungkinkan matahari "hidup" sampai sekarang. Dan bentuk bulat telur ini juga salah satu faktor yang menyebabkan iklim di Bumi bergantian.
Sebelumnya telah kita ketahui, bahwa kecepatan bumi mengorbit matahari adalah 108.000 Km/Jam. Sebetulnya kecepatan ini tidaklah konstan, karena sesaat ketika bumi melewati titik perihelion (titik terdekat bumi), bumi akan di"lempar" (gaya sentrifugal) oleh gravitasi matahari, kemudian bumi akan bergerak menjauhi bumi dengan perlambatan (percepatan negatif), sampai kemudian bumi mencapai titik aphelion (titik terjauh), bumi akan di"tarik" kembali oleh gravitasi bumi, dan bumi akan bergerak dengan percepatan positif (semakin cepat). Dan begitu seterusnya.
"Sungguh, Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak luput /dari garis orbitnya/, Jika semua itu sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain Allah ? Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Qs. Faathir 35:41) Kita tahu, bahwa pemilihan kata di dalam Al-Qur'an tidaklah sembarangan.
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia Maha Penyantun, artinya orbit bumi dibuat demikian karena memang dikhususkan untuk kita (manusia).
Mengapa disandingkan dengan Maha Pengampun ? artinya dengan keadaan orbit bumi yang demikian, jika kita tidak menganggapnya sebagai nikmat (kita menganggapnya biasa saja/suatu kebetulan/ketidaksengajaan), maka Allah masih memberi waktu kepada kita untuk memohon ampun kepadaNya, karena pasti Allah akan mengampuni.
Lantas, nikmat mana lagi yang kita ingkari ???
Orbit bumi mengelilingi matahari bukanlah berupa lingkaran bundar, karena lingkaran begini akan menggambarkan jarak bumi dari matahari selalu sama sepanjang tahun, sedangkan pengukuran dengan sistem parallax telah membuktikan bahwa ada kalanya bumi sejauh 90 juta mil dari matahari dan adakalanya berjarak 94 juta mil.
Seandainya orbit bundar ini terlaksana, maka bumi akan kekurangan daya layangnya mengelilingi matahari, dan aktivitas Sunspots dipermukaan matahari tetap stabil, padahal perubahan aktivitas itu selalu ada karena ditimbulkan oleh tarikan matahari pada planet-planet yang kadang-kadang mendekat dan kadang-kadang menjauh.
Orbit bumi mengelilingi matahari juga bukan berbentuk Elips, karena bentuk seperti ini juga akan menyebabkan bumi kehilangan daya layangnya mengelilingi matahari.
Tahukah Anda, bahwa sebetulnya bentuk orbit bumi mengelilingi matahari adalah bulat telur, orbit bumi memiliki 1 titik perihelion (titik terdekat dari matahari dan 1 titik aphelion (titik terjauh dari bumi).
Bentuk orbit yang bulat telur ini menyebabkan aktivitas Sunspots di permukaan matahari dinamis dan inilah yang memungkinkan matahari "hidup" sampai sekarang. Dan bentuk bulat telur ini juga salah satu faktor yang menyebabkan iklim di Bumi bergantian.
Sebelumnya telah kita ketahui, bahwa kecepatan bumi mengorbit matahari adalah 108.000 Km/Jam. Sebetulnya kecepatan ini tidaklah konstan, karena sesaat ketika bumi melewati titik perihelion (titik terdekat bumi), bumi akan di"lempar" (gaya sentrifugal) oleh gravitasi matahari, kemudian bumi akan bergerak menjauhi bumi dengan perlambatan (percepatan negatif), sampai kemudian bumi mencapai titik aphelion (titik terjauh), bumi akan di"tarik" kembali oleh gravitasi bumi, dan bumi akan bergerak dengan percepatan positif (semakin cepat). Dan begitu seterusnya.
"Sungguh, Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak luput /dari garis orbitnya/, Jika semua itu sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain Allah ? Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Qs. Faathir 35:41) Kita tahu, bahwa pemilihan kata di dalam Al-Qur'an tidaklah sembarangan.
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia Maha Penyantun, artinya orbit bumi dibuat demikian karena memang dikhususkan untuk kita (manusia).
Mengapa disandingkan dengan Maha Pengampun ? artinya dengan keadaan orbit bumi yang demikian, jika kita tidak menganggapnya sebagai nikmat (kita menganggapnya biasa saja/suatu kebetulan/ketidaksengajaan), maka Allah masih memberi waktu kepada kita untuk memohon ampun kepadaNya, karena pasti Allah akan mengampuni.
Lantas, nikmat mana lagi yang kita ingkari ???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar