Kamis, 07 Agustus 2008

Seri Renungan (9)

Kumpulan Tulisan Ayah (Erwin Hidayat/Abu Zidane)
17 Maret 2005

Assalamu'alaikum wr wb,

Tahukah Anda ? (seri tauhid)

Untuk mengetahui betapa banyak nikmat yang Maha Esa, mari kita sekali lagi merenungkan tentang keberadaan/kejadian diri kita sendiri.

Perkembangan dalam perut sang ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu ke-lima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan.
Tadinya tangan kita berbentuk seperti kaos tangan bayi (jari-jari tidak kelihatan). Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal !!
Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri ? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan.
Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita. Subhanallah............ (Maha Suci Sang Pencipta, red).
Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini ?
Bagaimana dapat terjadi , sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar sang bayi dapat memiliki jari-jair pada saatnya nanti ? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu ? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Sang Pencipta.
Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak pernah mengetahui bahwa sang embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk sang embrio.
Sekali lagi , tidak ada kelompok (geng) sel yang mbalelo, misal geng sel yang berada pada posisi antara jari telunjuk dan jari tengah tidak mau melakukan bunuh diri (karena sayang nyawanya), kalau ini yang terjadi niscaya kita tidak akan memiliki jari telunjuk dan jari tengah seperti yang kita miliki saat ini. Andaikan semua sel tersebut tidak mau bunuh diri, niscaya tangan dan kaki kita akan seperti kaki bebek (berselaput).
Subhanallah (Maha Suci Sang Pencipta, red).

Maka, nikmat mana lagi yang kita ingkari ???

Tidak ada komentar: