Kumpulan Tulisan Ayah (Erwin Hidayat/Abu Zidane)
2 Juni 2005
Assalamu'alaikum wr wb,
Tahukah Anda ? (seri tauhid)
Sejenak cobalah lepaskan segala pengalaman hidup Anda, pendidikan Anda baik forman maupun informal.
Gunakan imajinasi Anda (kayak Romi Rafael aja :p), bayangkan bagaimana seandainya dunia ini tidak berwarna, bagaimana seandainya bunga-bunga, buah, burung, pohon, laut, pantai, gunung, langit, orang di sekeliling Anda, ternyata tidak berwarna (hanya terdiri dari putih-hitam-abu2, sekalipun ketiga hal tersebut juga warna). Mudah saja bagi Allah, semua kulit buah-buahan dijadikan berwarna abu-abu, bunga dijadikan berwarna abu-abu, mata kita dijadikan seperti mata hewan kebanyakan.
Dengan tidak ada warna, hidup kita tidak akan dinamis, tidak akan ada gunanya akal diberikan kepada manusia. Kita tidak akan mengenal desain baju yang beraneka ragam, kita tidak akan mengenal seni, hidup kita tidak akan bergairah.
Padahal kita tahu, semua hewan adalah buta warna. Lantas mengapa dunia ini berwarna ? Satu hal yang pasti, wana hanya bisa terlihat jika ada cahaya, hanya mata kita (manusia) yang bisa membedakan warna, artinya Allah telah menciptakan cahaya, dan Allah sengaja mendesain mata kita seperti sekarang ini, agar kita mengenal siapa Allah, agar kita berpikir, agar kita bersyukur bahwa kita telah dijadikan sebagai makhluk yang paling mulia.
Al-Mulk : 3 : "Allah yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu tidak akan pernah melihat ciptaan Allah Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ? "
Al-Mulk : 4 : "Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah."
Al-Luqman : 11 : "Inilah Ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sesembahan-sesembahanmu selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang lalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata."
Demikianlah Allah tidak menjadikan segala sesuatu itu sia-sia.
Lantas, nikmat mana lagi yang kita ingkari ??
Wahai sahabat, bersyukurlah kepada Allah selagi sempat.
Kamis, 07 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar